Senin, 23 Mei 2011

Menitih Rintihan Mimpi

Aku bermimpi untuk menjadi suci
Aku bermimpi untuk menjadi kekasih
Hingga mimpiku pun abadi

Saat lelunta ku tak menyadari
Hati pun menjadi penghalang
Saat angkara dan duka siap tuk melucuti tirani

Dan aku terjatuh lumpuh teramat lumpuh
Birahi pun sadar
Aku hanya secuil klakar yang siap tuk terpental

Tinggi semakin tinggi terjatuh dan perih.

2011

Minggu, 15 Mei 2011

Silahkan Anda Berpuisi!

Silahkan!
Kalian mau berpuisi
Sampai mati
Dan gigi-gigi kalian mulai tak rinci
sampai senja menjadi pagi
Atau pagi berganti hari

Silahkan kalian berpuisi!
Tapi untuk apa saya berpuisi?
Untuk merayu pagi?
Untuk menanti kekasih?
Atau untuk mencaci?

Silahkan kalian bersyair!
Lebih baik saya tidur
Mendengkur
Melebur tubuh dengan dubur
Jembut
Tempik
Kontol
Lebih nikmat dari bersyair

Silahkan! Saya tak akan melarang
Kalian mau berpuisi atau bersyair
Saya akan percaya puisi
Jika puisi membuat saya MATI!

2011

Rabu, 11 Mei 2011

Richi Warto

Warto itu namaku
Aku lahir di kota
Ibuku seorang yang bermartabat
Dia bekerja di gedung bagus yang beralaskan kardus
Ayahku seorang direktur
Dia bekerja di gedung putih
Sterofoam dindingnya
Aku sekolah menyanyi
Di pinggir jalan mendendangkan lagu kepada bapak ibu guru yang akan memberikan uang

Namaki Richi
Aku orang kaya
Ibuku seorang dokter
Yang setiap hari membawa sekoper uang
Ayahku seorang pejabat
Dia juga suka membawa koper berisi uang pulang
Aku bersantai di rumah menunggu guru privatku datang

Kapan Warto dan Richi bermain bersama?