Dan akhirnya saya dan teman-teman bermain saya berhasil menyelesaikan sebuah proyek yang kita namai Babebo Zine (atau mungkin bisa jiga tidak disebut zine).
Untuk sementara karena keluarga Babebo belum mempunyai blog sendiri, maka para agan-agan penggila zine ataupun yang suka dengan gambar-gambar geje dan tulisan tulisan geje silahkan download Babebo Zine di blog saya.
Klik gambar untuk mendownload Babebo Zine.
Jumat, 04 November 2011
Selasa, 27 September 2011
Indonesiaku Tanah Tumpah Kemarahanku
Indonesia
tanah airku
Tanah
airmataku ketika aku hanya bisa tertunduk lesu
Meliha
rumahku rubuh demi gedung baru
Merelakan
hidupku menjadi pilu dalam sembilu tangis anakku
Indonesia
tumpah darahku
Tanah
tumpah darahku, tanah dimana kami mengabdi
Tanpa
dikasihani dan hanya dianggap tahi
Tanah
yang kita banggakan
Tanpa
tahu kapan kita akan disingkirkan
Indonesia
kebangsaanku
Bangsa
yang bebas, bebas memeras, dan bebas menindas
Bangsa
yang sudah hidup dari nafas kita
Tapi
kita sulit untuk bernafas di dalamnya
Indonesia
negaraku
Negara
yang terbawa oleh nafsu
Dimana
mereka telah menggantug pedang
Demi
ratusan keinginan
Indonesia
kebanggaanku
Bangga
oleh rakyat yang bekerja di jalan
Serentak
menyerukan pemberontakan
Karna
lelah telah di terlantarkan
Indonesia
pusaka
Pusaka
yang akan menghunus rakyatnya
Dengan
janji-janji penguasanya
Janji
yang tak luntur karna tirani
Dan
sulit untuk dikenali
Indonesia
di sanalah aku berdiri
Berdiri
dengan satu kaki
Karne
satu kaki kami telah dikebiri
Oleh
penguasa rezim di indonesia ini
Bagimu
negeri jiwa raga kami
Tak
utuh sudah raga juga jiwa kami
Karna
telah diraba oleh manusia keji
Dipermainkan
kesana kemari
Oleh
janji yang tak terbukti
Kini
Indonesia
tanah gersang
Tanah
penuh binatang buas
Yang
siap menerkam
Indonesia
tanah sunyi
Tanah
tanpa kebajikan
Yang
ada hanya kebijakan
Indonesia
tanah terkaya
Tanah
yang kaya akan uang
Yang
siap dilarikan dan di bawa pulang
Indonesiaku
tanah tumpah kemarahanku.
Jumat, 23 September 2011
Di Ujung Tanjung Papuma
images from google
Di ujung tanjung papuma
Matahari sejengkal diatasnya
Dan sinarnya membayang di lautan yang tak putus pandang
Di ujung tanjung papuma
Tak kutemukan senyum
Hanya bibir berpanggut bibir
Badan berhimpit badan
Dan nafsu yang tak terelakkan
Di ujung tanjung papuma
; laut berombak
birahipun bergejolak
Langganan:
Postingan (Atom)

