Senin, 09 Juli 2012

Teruntuk S yang Manis

You will remember when this is blown over,
And everything's all by the way,
When I grow older,
I will be there at your side,
To remind how I still love you
I still love you
I still love you
-Love of My Life (Queen)-

S mencintaimu adalah pilihan yang tak pernah aku sesali. Aku mencintaimu seperti aku mencintai hujan, hujan yang menghapus segala ngilu di hatiku, hujan yang selalu indah menyayat mata. S aku tak pernah jemu memikirkanmu, bahkan ketika badai menderas di batinku.

S tanggal 6 Juli kemarin kau berulang tahun, aku hanya bisa mengucap lewat pesan singkat yang teramat singkat karena jarak yang memadatkan waktu. Aku ingin sekali datang ke pesta kecilmu S, ingin teramat ingin karena itu adalah ulang tahun pertamamu denganku. Tapi sayangnya kita ada di dua kota yang berbeda dan di dua keadaan yang berbeda. Ketika kau sedang menggelar pesta kecilmu dengan para karibmu, aku di sini sedang dirayapi sendu, sendu karena tak bisa melihat senyummu di hari pengulanggan kelahiranmu itu. aku menyimpan duka yang telah tersayat oleh rindu. Maafkan aku S.

Entahlah S, kenapa aku menjadi begitu rapuh layaknya anak ayam yang menjerit-jerit kehilangan induknya. Dan aku menjadi seorang yang ingin selalu menghargai jarak, waktu, juga rindu. Beberapa bulan terakhir ini rindu seperti membuncah dalam pikiranku S karena hari pertemuan kita yang singkat itu akan datang, tapi kenapa sebelum hari pertemuan itu ada yang berubah, entah itu hanya perasaanku atau memang kenyataan. S apakah kau juga merasakan keanehan yang aku rasakan sekarang ?

Keanehan itu seperti udara di Jember yang begitu menyiksa S, kala siang matahari begitu jahat memanggang dan ketika malam dingin menusuk bagaikan rinduku padamu. Ah, aku memang seorang yang melankolis S, yang selalu membuatmu bingung dengan bahasaku, yang hanya bisa menjejalimu dengan puisi dan tak bisa membahagiakanmu mungkin. S apakah kau memikirkanku saat ini ?

Kau pasti tahu S bahwa aku mencintai malam juga hujan, karena keduanya selalu mengingatkanku padamu dan semakin menambah tebal rasa rindu ini. Aku mencintai malam karena disaat itu kita saling menyapa lepat pesan singkat kadang juga emosi terbersit di dalamnya dan itu membuatku semakin sayang padamu S. Hujan, ya hujan, kau selalu bilang padaku jika kau melihat hujan dulu S, karena kau tau aku begitu mencintai hujan layaknya aku mencintaimu. Aku mencintai hujan karena dalam rintiknya kau menemu wajahmu, menemu senyummu, juga menemu kegembiraanmu. Karena aku ingat dan akan selalu ingat ketika kita berdua bergurau dibawah hujan sambil menertawai orang-orang yang mengkhianati hujan dengan payungnya itu. S apakah kau merindukanku ?

S yang baik,

Aku tahu ada yang berubah denganmu, dan itu mungkin karena sikapku. Aku hanyalah lelaki yang masih sedikit mencecap cinta S, maka maafkanlah aku jika sikapku seperti seorang anak kecil yang masih memburu puting  ibunya. Aku hanya seorang pria malang yang selalu meratapi nasib tanpa ingin merubahnya S, kau tahu itu tentunya. Aku adalah seorang badut kecil yang terolok-olok oleh hidup S. Kau tahu bagaimana keluargaku hampir hancur dan aku memberanikan diri untuk durhaka pada bapakku hanya karena aku tak mau melihat airmata dari seorang wanita yang telah melahirkanku.

Aku menyayangimu S, dengan segenap tenaga yang ku punya. Kita berdua memang tidak punya waktu yang banyak untuk selalu berdua, tapi memang cinta bukan hanya tentang bergumul dan berduaan, cinta adalah bagaimana kita memaknai hidup, bagaimana kita menciptakan ruang dimana kita selalu mendapatkan ketenangan juga senyuman dan tangisan, tapi bukan tangisan cengeng S, tangisan itu adalah tangisan kegembiraan kita. Karena kegembiraan tak harus melulu dirayakan dengan senyum, dengan pesta dan tetek bengek yang lainnya.

S sungguh aku tak ingin menyakiti hatimu, meremuk redamkan semua perasaanmu. Kau yang gendut dan periang, kau yang diberi tuhan senyuman termanis dengan lesung pipimu. Jika memang tak sengaja aku menyayat hatimu, biarlah muka ini kau tampar sekeras-kerasnya S, aku merelakannya dengan setulus hati.

S yang gendut nan manis,

Aku menulis surat ini diiringi cahaya keemasan fajar yang bangun dari tidurnya, berharap kau mau membacanya walaupun hanya satu atau dua paragraph saja S, tapi aku tak akan memaksamu membacanya, karena aku tahu kau benar-benar tak suka dipaksa. S pagi ini dan saat kutilis surat ini aku sedang mendengarkan lantunyan Love of My Life milik Queen, dan di saat itu juga air mataku deras mengalir S. Kau tahu mengapa aku menangis S ? aku menangis karena takut kehilanganmu, kehilangan sosok yang selama ini mengisi ruang kosong yang ada dalam batinku, kehilangan sosok yang selalu menyematkan semangat di setiap hariku. S mengapa kau begitu berbeda ?

S yang kucinta,

Bersama surat ini aku berharap Tuhan selalu memberi semangat juga kesahatan bagimu, karena semangat dan kebahagiaanmu adalah sebuah surga dunia bagi seorang laki sial seperti aku, lelaki yang hanya berharap, lelaki yang terus mencaci diri sendiri.

S beberapa hari ini teman-temanku seperti melihat perubahan dariku, kata mereka aku jauh lebih murung dan lesu, mereka juga memberi semangat kepadaku S tapi entah mengapa aku selalu ingin kekalutan ini membelit diriku. S maafkanlah lakimu ini, aku hanya ingin kau tetap menutup ruang kosong di batinku.

Tertanda, lakimu yang bodoh dan dungu.

Tentang Saling Menghargai

Konser Lady Gaga di Indonesia berhasil dibatalkan karena FPI (Front Pembela Islam), tapi kenapa FPI seakan bungkam ketika ada kabar penyelewengan dana pengadaan Al-Quran? Dimana perlawanan mereka terhadap kabar itu? Bukankah kabar penyelewengan uang pengadaan Al-Quran ini sama halnya dengan penghinaan terhadap agama ?

Ya, kasus penyelewengan dana pengadaan Al-Quran ini sedang hangat-hangatnya di media. Kasus itu memang tidak kecil, karena yang menjadi pelaku adalah para petinggi Negara Indonesia. Tapi kenapa harus uang untuk pengadaan Al-Quran, dan saya semakin heran kenapa FPI selaku ormas yang dalam tanda petik benar-benar perduli terhadap islam tidak bereaksi ketika kasus itu mencuat. Entah kenapa saya selalu curiga terhadap FPI.

Kasus itu mungkin bukan hanya menyangkut pidana dan uang, tetapi juga menyangkut masalah moral. Bagaimana tidak, yang dikorupsi adalah uang yang seharusnya untuk membeli kitab suci Al-Quran bagi daerah-daerah terpencil yang membutuhkan, kenapa begitu tega para petinggi itu. saya tidak bermaksud untuk menyudutkan para petinggi Negara yang menyelewengkan uang itu, tapi ini adalah bentuk kekecewaan saya terhadap mereka.

Di sinilah ajaran tentang hablun min al-Allah (hubungan personal dengan Tuhan) dan hablun min al-nas (hubungan sosial antar manusia) patut diterapkan. Kasus penyelewengan uang ini dapat dimasukkan dalam keduanya, aspek korupsi adalah hubungan antar manusia sedangkan uang pengadaan Al-Quran adalah aspek hubungan manusia dengan Tuhan.

“Negara atau institusi publik sama sekali tidak punya kewenangan masuk ke wilayah ini. Wilayah keyakinan dan peribadatan atau ritual adalah wilayah yang sangat subjektif.”

Mungkin kutipan dari tulisan M. Dawam Rahardjo dapat dijadikan rujukan bagi kasus itu, karena sebuah agama adalah bagaimana personal itu sendiri dengan agamanya. Di sinilah muncul apa yang dinamakan toleransi.

Indonesia sebagai Negara sekuler menurut M. Dawam Rahardjo seharusnya menghargai apa yang disebut toleransi, karena di situlah letak kedamaian Negara yang menghargai beberapa agama. Tapi itu tidak terjadi, karena terbukti dengan munculnya beberapa ormas yang sangat fanatic dengan apa yang mereka anut. Sarkasme, sadisme, bahkan chaos akan terjadi bila keadaan ormas-ormas itu dibiarkan karena tak ada toleransi, semua berjalan semau mereka seenak mereka.

Masalah agama atau masalah apapun sebaiknya tidak diselesaikan dengan saling menyalahkan, tapi kita sebaiknya mencari jalan utuk menyelesaikan masalah itu bersama-sama dengan menghargai satu sama lain dan menjunjung toleransi.

Rabu, 13 Juni 2012

Kretek; Budaya Yang Lekat Dengan Indonesia

Foto Oleh Romdhi Fakthur Rozi - Petani Tembakau di Kalibaru

Jika kita berbicara tentang Indonesia tentunya kita tak mungkin melepaskan pembicaraan mengenai budaya Indonesia. Indonesia adalah Negara yang mempunyai banyak suku dan kaya akan kebudayaan, antara lain tari-tarian, batik, dan banyak lainnya. Tapi sayang beberapa diantara kebudayaan Indonesia diakuisisi oleh Negara lain yang mengaku memiliki kebudayaan itu. Meski perdebatan mengenai kebudayaan Indonesia yang sering diakui oleh bangsa lain, Indonesia masih menjadi Negara yang kaya akan budaya, dan salah satu kebudayaan di Indonesia yang sekarang mengalami masalah adalah kebudayaan mengkretek.


Kebudayaan mengkretek sebenarnya sudah mendarah daging di Indonesia, bahkan kebudayaan mengkretek juga diceritakan dalam dongeng, sebut saja kisah Rara Mendhut yang ditulis oleh Ki Patraguna pada tahun 1791. Dalam kisah Rara Mendhut diceritakan bahwa Roro Mendut dibebani pajak oleh Tumenggung Wiraguna sebesar tiga real sehari yang disebabkan cinta Tumenggung Wiraguna ditolak oleh Roro Mendut. Lalu untuk membayar pajak yang dibebankan oleh Tumenggung Wiraguna maka Roro Mendut mencoba untuk memproduksi rokok. Alhasil rokok produksi Mendut diserbu peminat khususnya kaum pria, dan salah satunya adalah Pranacitra yang kemudian menjalin cinta dengan Mendut.(Legenda Roro Mendhut).

Selain kisah Roro Mendhut ada seseorang asal kudus yang mencoba meracik campuran tembakau dengan cengkeh untuk mengobati penyakit asmanya, dia adalah Haji Djamahri. Hasil racikan Haji Djamahri yang akhirnya mengawali lahirnya budaya mengkretek di Indonesia. Lalu setelah Haji Djamahri meninggal Nitisemito melanjutkan pemroduksian produk rokok kretek ini dalam sekala besar. Dua cerita tadi adalah awal budaya mengkretek di Indonesia di mulai, lalu mengapa mengkretek disebut sebagai budaya Indonesia? bukankah di Negara lain juga ada rokok yang sama dengan kretek?.


Budaya mengkretek di Indonesia tidak sama dengan budaya merokok di Negara lain dikarenakan bahan dasar kretek bukan hanya tembakau saja seperti rokok-rokok Negara lain. Bahan dari kretek adalah tembakau yang dicampur dengan cengkeh selain itu kertas yang digunakan membungkus juga berbeda dengan kertas rokok biasa. Klobot begitu para pengkretek menyebutnya, bahan dari kulit jagung yang sudah diolah itu dipakai sebagai pembungkus tembakau yang sudah dicampur dengan cengkeh.


Tak hanya proses menyampur tembakau dengan cengkeh saja yang hanya dimiliki oleh Indonesia, cara membungkus tembakau yang dilakukan sendiri oleh para pengkretek juga masuk dalam budaya Indonesia. Nggelinting sebutan untuk proses pembungkusan tembakau dan cengkeh menjadi kretek. Proses pembuatan dan bahan yang dipakai inilah yang membuat kretek bisa disebut sebagai budaya asli Indonesia, karena di Negara lain tidak ada proses seperti yang terjadi di Indonesia bahkan tembakau yang dipakai untuk meproduksi rokok di Negara lain pun diimport dari Indonesia.


Tapi sayangnya budaya mengkretek di Indonesia sekarang semakin dibatasi karena dianggap mengganggu kenyamanan di tempat umum serta asap yang dihasilkan dari budaya mengkretek dapan menyebabkan berbagai penyakit dalam. Tapi jika budaya mengkretek dihilangkan dari Indonesia berarti satu lagi kebudayaan Indonesia yang hilang dan tentunya para petani tembakau di Indonesia kanan segera gulung tikar karena mata pencaharian mereka dihilangkan.


Dan jika tidak ada petani tembakau bagai mana nasib tari Lahbako, sebuah tarian yang melambangkan pesta panen tembakau yang dilakukan oleh petani tembakau di Indonesia. Mengkretek adalah salah satu budaya yang paling lekat dengan Indonesia tak hanya banyak orang Indonesia yang suka mengkretek, juga karena banyak dari masyarakat Indonesia yang bertani tembakau juga banyak industri rumahan yang mengolah kretek.


Ada cerita yang membuat kretek begitu lekat dengan Indonesia. Kretek adalah salah satu faktor bangsa barat menjajah Indonesia, ladang tembakau yang melimpah mencolok mata para punggawa bangsa Barat untuk menjajah Indonesia. Dan menurut bangsa barat tembakau Indonesia adalah tembakau dengan kualitas nomor satu di dunia. Dengan bukti itu Indonesia sangat lekat dengan tembakau yang menjadi bahan utama kretek. Tak hanya cerita itu saja, seorang mentri asal Indonesia yang mengikuti konferensi antar Negara juga mempopulerkan budaya mengkretek asal Indonesia. Ketika mentri asal Indonesia itu menyalakan kreteknya, para mentri dari Negara lain tertarik dengan bau asap dari kretek produk asli Indonesia dan akhirnya para metri itu pun ingin mencoba kretek yang dinyalakan oleh mentri asal Indonesia itu.


Jadi jika para pakar kesehatan melarang kretek di Indonesia berarti mereka juga secara tidak langsung menghancurkan budaya Indonesia yang sudah dikenal di dunia. Sebagai rakyat Indonesia yang mencintai budaya asli Indonesia kita juga harus melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia, termasuk kretek yang sangat lekat dengan masyarakat Indonesia sehari-hari. Dan jika kita berhasil melestarikan budaya mengkretek kita juga sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi petani tembakau.


Jika di Jepang ada budaya melipat kertas atau origami di Indonesia juga ada budaya meracik dam membuat kretek dan kedua kebudayaan itu perlu dilestarikan di negaranya masing-masing. Jika kita sebagai bangsa yang mengenal budaya dan tidak mau memberdayakan kebudayaan itu berarti kita tidak mau menyelamatkan nasib bagsa kita sendiri, karena sebuah bangsa juga dibentuk oleh kebudayaan-kebudayaan yang ada dan upaya pelestarian budaya itu juga sangat penting untuk mempertahankan keutuhan bangsa. Jadi jika kita memberdayakan budaya mengkretek kita juga menyelamatkan kebudayaan Indonesia.[]